Percayalah... Suatu saat nanti... Kita 'kan dipertemukan kembali... Bintang... :)

Rabu, 23 Mei 2012

Subhanallah, Di Dunia Semut 'Pendusta' di Hukum Mati (Kisah Nyata)

Read more: http://www.atjehcyber.net/2012/05/subhanallah-di-dunia-semut-pendusta-di.html#ixzz1vi4dzpGV

Subhanallah, Di Dunia Semut 'Pendusta' di Hukum Mati (Kisah Nyata)


Seorang Mufti Masjidil Haram, mengisahkan kisah nyatanya sendiri, dia berkata :

Pada suatu kesempatan, aku duduk di sebuah tempat, Kupalingkan pandanganku kesana kemari melihat makhluk-makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Akupun terkagum-kagum dengan ciptaan ar-Rahman Subhanahu Wa Ta’ala. Seekor semut menarik perhatianku. Dia berkeliaran di sekitarku untuk mencari sesuatu, mencari, dan mencari. Tidak merasa terbebani, juga tidak bosan.

Di tengah-tengah pencariannya, dia menemukan sisa-sisa bangkai belalang, tepatnya adalah kaki belalang. Diapun menyeretnya, dan menyeretnya, dan berusaha untuk membawanya ke tempat tertentu yang telah ditentukan oleh hukum mereka di dunia semut. Dia sudah banyak berusaha dalam usahanya tersebut. Setelah beberapa waktu, dan kesungguhan, dia merasa tidak bisa membawa kaki belalang tersebut. Lalu dia tinggalkan buruan berharga tersebut, kemudian pergi ke suatu tempat yang tidak kuketahui, dan diapun menghilang.

Selang beberapa waktu, dia kembali bersama dengan sejumlah besar semut. Di saat aku melihat kemana mereka menuju, aku tahu bahwa semut yang tadi telah mengajak mereka semua untuk membantunya mengangkat apa yang tidak mampu dia angkat. Akupun ingin hiburan sedikit, kuambil kaki belalang tersebut, lalu kusembunyikan. 

Maka dia dan semut-semut lain yang bersamanya mencari kaki tersebut, mereka mencarinya kesana kemari tanpa ada hasil, hingga mereka putus asa akan keberadaannya, lalu merekapun pergi meninggalkan tempat tersebut. Setelah itu, semut yang pertama datang kembali sendirian menuju tempat tadi. Sebelum dia sampai pada tempat tadi, kukembalikan kaki belalang di hadapannya.

Maka mulailah dia mengitari dan melihat di sekelilingnya. Lalu dia berusaha untuk menyeretnya lagi, berusaha dan berusaha, hingga dia merasa lemah. Kemudian dia pergi meninggalkan tempat itu sekali lagi. Akupun yakin bahwa dia pergi untuk memanggil kabilah semutnya guna membantunya untuk mengangkat kaki belalang yang ditemukannya tersebut. 

Setelah itu, datanglah sekumpulan semut bersama semut tadi, dan kukira itu adalah kelompok semut yang sama seperti tadi!! Mereka pun datang, dan saat aku melihat mereka berjalan di belakang semut pertama menuju tempat tadi, akupun banyak tertawa, lalu kuambil kaki belalang dan kusembunyikan dari mereka sekali lagi. Merekapun mencari kesana kemari, mereka mencari dengan penuh keikhlasan. 

Demikian pula semut tadi mencari dengan sepenuh semangat dan keyakinannya, berputar kesana kemari, melihat ke kanan dan ke kiri, agar melihat sesuatu, akan tetapi tidak ada sesuatupun. Pada saat seperti ini, terjadilah sesuatu yang aneh. Sekumpulan semut itu berkumpul bersama yang lain setelah mereka bosan mencari, dan diantara mereka terdapat semut yang pertama. Kemudian tiba-tiba mereka menyerangnya, lalu memotong-motongnya secara ganas di hadapanku. Dan demi Allah, aku melihat kepada mereka, sementara aku ada pada keterkejutan yang besar.

Apa yang terjadi membuatku takut... mereka membunuhnya... mereka memotong-motongnya di hadapanku. Astaghfirullah! Ya, mereka memotong-motongnya di hadapanku... dia terbunuh karena aku... mereka membunuhnya karena mereka menyangka bahwa dia telah berdusta kepada mereka!!! SubhanAllah, hingga bangsa semut memandang dusta sebagai aib, dan kekurangan, bahkan dosa besar yang pelakunya dihukum bunuh!! Semut menganggap dusta adalah sebuah kejahatan, dan memberikan hukuman atasnya!! 

Maka bagaimana jika dusta itu membawa keburukan, atau keragu-raguan yang di belakangnya akan timbul fitnah, peperangan, dan kehancuran rumah tangga?! Serta penderitaan rakyat banyak karena para wakil rakyat yang dipilih ternyata mendustai rakyatnya dengan korupsi, nepotisme, dll. serta pemimpin negara ini mendustai dan mendurhakai hukum Allah yang wajib diterapkan... Maka dimanakah orang yang bisa mengambil pelajaran dari semut kecil ini ? Subhanallah...

"Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya (dusta) dan pencurian (korup). Hati mereka lebih busuk dari bangkai." (HR. Ath- Thabrani)


Selasa, 17 April 2012

Orang Aceh Tidak Tahu "Terima Kasih"

Jangan kaget dulu dengan tajuknya. Karena ini bukan penghinaan, melainkan hanya sekilas opini saya terhadap kata "Terima Kasih."

"Terima kasih" adalah satu kata yang sering diucapkan bila seseorang mendapatkan penghargaan atau pemberian dari orang lain. Lalu kenapa di Aceh tidak pernah ada kata "Terima Kasih" atau yang sering di terjemahkan dengan "Teurimong Geunaseh" yang menurut saya merupakan bahasa Indonesia yang di Aceh-kan.

Faktanya, ata "Terimong Geunaseh" tidak terdapat baik dalam kamus literatur Aceh maupun catatan sejarah. Lalu, apakah orang Aceh tidak tahu ber-Terima Kasih? Jawabannya adalah TIDAK.

Dalam tradisi yang dicontohkan secara turun temurun di Aceh, kata "ALHAMDULILLAH" merupakan pengganti kata terimakasih, artinya, dengan kita bersyukur kepada Allah, berarti kita telah berterimakasih kepada sesama manusia. Disisi lain, terdapat pahala setiap pengucapan kata "Alhamdulillah" tersebut, sekaligus doa untuk keberkahan rezeki si pemberi. Sepintas saya teringat Ibu saya yang MELARANG adik saya dan cucu2nya (walaupun bukan dari saya, hehe) mengucapkan kata terimakasih dan meminta menggantikan dengan kata "Alhamdulillah." Hingga pada akhirnya, Syahrini menge-trend-kan kata ini, "Alhamdulillah ya..." hehee...

Tentu nya juga sudah ada kosa kata yang digunakan untuk mengekspresikan pemberian seseorang. "SABAH" sama artinya dengan "THANKS" dalam bahasa Inggris atau "Syukran" dalam bahasa Arab. Namun kata "SABAH" yang terdapat dalam kamus Aceh ini hampir tidak pernah lagi diucapkan oleh orang Aceh, dikarenakan orang Aceh lebih nyaman mengucapkan "Alhamdulillah."

Lalu, mana yang anda pilih? mengucapkan Alhamdulillah? atau Terimong Geunaseh (Illegal Speech), atau Sabah (Registered)... 

Rabu, 15 Februari 2012

Asal Mula Nama Aceh

Aceh adalah nama sebuah Bangsa yang mendiami ujung paling utara pulau sumatera yang terletak di antara samudera hindia dan selat malaka.

Aceh merupakan sebuah nama dengan berbagai legenda dan mitos , sebuah bangsa yang sudah dikenal dunia internasional sejak berdirinya kerajaan poli di Aceh Pidie dan mencapai puncak kejayaan dan masa keemasan pada zaman Kerajaan Aceh Darussalam di masa pemerintahan Sulthan Iskandar Muda hingga berakhirnya kesulthanan Aceh pada tahun 1903 di masa Sulthan Muhammad Daud Syah.

Dan walau dalam masa 42 tahun sejak 1903 s/d 1945 Aceh tanpa pemimpin, Aceh tetap berdiri dan terus berjuang mempertahankan kemerdekaannya dari tangan Belanda dan Jepang yang dipimpin oleh para bangsawan, hulubalang dan para pahlawan Aceh seperti Tgk Umar, Cut Nyak Dhien dan lain-lain dan juga Aceh mempunyai andil yang sangat besar dalam mempertahankan Nusantara ini dengan pengorbanan rakyat dan harta benda yang sudah tak terhitung nilainya hingga Aceh bergabung dengan Indonesia karena rasa iba Daud Beureueh yang termakan oleh janji manis dan air mata buaya Soekarno.

Banyak sekali tentang mitos tentang nama Aceh, Berikut beberapa mitos tentang nama Aceh :

1. Menurut H. Muhammad Said (1972), sejak abad pertama Masehi, Aceh sudah menjadi jalur perdagangan internasional. Pelabuhan Aceh menjadi salah satu tempat singgah para pelintas. Malah ada di antara mereka yang kemudian menetap. Interaksi berbagai suku bangsa kemudian membuat wajah Aceh semakin majemuk. Sepeti dikutip oleh H.M. Said (Pengarang Buku Aceh Sepanjang Abad) catatan Thomas Braddel yang menyebutkan, di zaman Yunani, orang-orang Eropa mendapat rempah-rempah Timur dari saudagar Iskandariah, Bandar Mesir terbesar di pantai Laut Tengah kala itu. Tetapi, rempah-rempah tersebut bukanlah asli Iskandariah, melainkan mereka peroleh dari orang Arab Saba.Orang-orang Arab Saba mengangkut rempah-rempah tersebut dari Barygaza atau dari pantai Malabar India dan dari pelabuhan-pelabuhan lainnya. Sebelum diangkut ke negeri mereka, rempah-rempah tersebut dikumpulkan di Pelabuhan Aceh.

2. Raden Hoesein Djajadiningrat dalam bukunya Kesultanan Aceh (Terjemahan Teuku Hamid, 1982/1983) menyebutkan bahwa berita-berita tentang Aceh sebelum abad ke-16 Masehi dan mengenai asal-usul pembentukan Kerajaan Aceh sangat bersimpang-siur dan terpencar-pencar.

3. HM. Zainuddin (1961) dalam bukunya Tarich Aceh dan Nusantara, menyebutkan bahwa bangsa Aceh termasuk dalam rumpun bangsa Melayu, yaitu; Mantee (Bante), Lanun, Sakai Jakun, Semang (orang laut), Senui dan lain sebagainya, yang berasal dari negeri Perak dan Pahang di tanah Semenanjung Melayu.Semua bangsa tersebut erat hubungannya dengan bangsa Phonesia dari Babylonia dan bangsa Dravida di lembah sungai Indus dan Gangga, India. Bangsa Mante di Aceh awalnya mendiami Aceh Besar, khususnya di Kampung Seumileuk, yang juga disebut Gampong Rumoh Dua Blah. Letak kampung tersebut di atas Seulimum, antara Jantho danTangse. Seumileuk artinya dataran yang luas. Bangsa Mante inilah yang terus berkembang menjadi penduduk Aceh Lhee Sagoe (di Aceh Besar) yang kemudian ikut berpindah ke tempat-tempat lainnya. Sesudah tahun 400 Masehi, orang mulai menyebut ”Aceh” dengan sebutan Rami atau Ramni. Orang-orang dari Tiongkok menyebutnya lan li, lanwu li, nam wu li, dan nan poli yang nama sebenarnya menurut bahasa Aceh adalah Lam Muri. Sementara orang Melayu menyebutnya Lam Bri (Lamiri). Dalam catatan Gerini, nama Lambri adalah pengganti dari Rambri (Negeri Rama) yang terletak di Arakan (antara India Belakang dan Birma), yang merupakan perubahan dari sebutan Rama Bar atau Rama Bari.

4. Rouffaer, salah seorang penulis sejarah, menyatakan kata al Ramni atau al Rami diduga merupakan lafal yang salah dari kata-kata Ramana. Setelah kedatangan orang portugis mereka lebih suka menyebut orang Aceh dengan Acehm.

5. Sementara orang Arab menyebutnya Asji. Penulis-penulis Perancis menyebut nama Aceh dengan Acehm, Acin, Acheh ; orang-orang Inggris menyebutnya Atcheen, Acheen, Achin. Orang-orang Belanda menyebutnya Achem, Achim, Atchin, Atchein, Atjin, Atsjiem, Atsjeh, dan Atjeh. Orang Aceh sendiri, kala itu menyebutnya Atjeh.

6. Informasi tentang asal-muasal nama Aceh memang banyak ragamnya. Dalam versi lain, asal-usul nama Aceh lebih banyak diceritakan dalam mythe, cerita-cerita lama, mirip dongeng. Di antaranya, dikisahkan zaman dahulu, sebuah kapal Gujarat (India) berlayar ke Aceh dan tiba di Sungai Tjidaih (baca: ceudaih yang bermakna cantik, kini disebut Krueng Aceh).Para anak buah kapal (ABK) itu pun kemudian naik ke darat menuju Kampung Pande. Namun, dalam perjalanan tiba-tiba mereka kehujanan dan berteduh di bawah sebuah pohon. Mereka memuji kerindangan pohon itu dengan sebutan, Aca, Aca, Aca, yang artinya indah, indah, indah. Menurut Hoesein Djajadiningrat, pohon itu bernama bak si aceh-aceh di Kampung Pande (dahulu),Meunasah Kandang. Dari kata Aca itulah lahir nama Aceh.

7. Dalam versi lain diceritakan tentang perjalanan Budha ke Indo China dan kepulauan Melayu. Ketika sang budiman itu sampai di perairan Aceh, ia melihat cahaya aneka warna di atas sebuah gunung. Ia pun berseru “Acchera Vaata Bho” (baca: Acaram Bata Bho, alangkah indahnya). Dari kata itulah lahir nama Aceh. Yang dimaksud dengan gunung cahaya tadi adalah ujung batu putih dekat Pasai.

8. Dalam cerita lain disebutkan, ada dua orang kakak beradik sedang mandi di sungai. Sang adik sedang hamil. Tiba-tiba hanyut sebuah rakit pohon pisang. Di atasnya tergeletak sesuatu yang bergerak-gerak. Kedua putri itu lalu berenang dan mengambilnya. Ternyata yang bergerak itu adalah seorang bayi. Sang kakak berkata pada adiknya “Berikan ia padaku karena kamu sudah mengandung dan aku belum. ”Permintaan itu pun dikabulkan oleh sang adik. Sang kakak lalu membawa pulang bayi itu ke rumahnya. Dan, ia pun berdiam diri di atas balai-balai yang di bawahnya terdapat perapian (madeueng) selama 44 hari, layaknya orang yang baru melahirkan. Ketika bayi itu diturunkan dari rumah, seisi kampung menjadi heran dan mengatakan: adoe nyang mume, a nyang ceh (Maksudnya si adik yang hamil, tapi si kakak yang melahirkan).

9. Mitos lainnya menceritakan bahwa pada zaman dahulu ada seorang anak raja yang sedang berlayar, dengan suatu sebab kapalnya karam. Ia terdampar ke tepi pantai, di bawah sebatang pohon yang oleh penduduk setempat dinamaipohon aceh. Nama pohon itulah yang kemudian ditabalkan menjadi nama Aceh.

10. Talson menceritakan, pada suatu masa seorang puteri Hindu hilang, lari dari negerinya, tetapi abangnya kemudian menemukannya kembali di Aceh. Ia mengatakan kepada penduduk di sana bahwa puteri itu aji, yang artinya ”adik”. Sejak itulah putri itu diangkat menjadi pemimpin mereka, dan nama aji dijadikan sebagai nama daerah, yang kemudian secara berangsur-angsur berubah menjadi Aceh.

11. Mitos lainnya yang hidup di kalangan rakyat Aceh, menyebutkan istilah Aceh berasal dari sebuah kejadian, yaitu istri raja yang sedang hamil, lalu melahirkan. Oleh penduduk saat itu disebut ka ceh yang artinya telah lahir. Dan, dari sinilah asal kata Aceh.

12. Kisah lainnya menceritakan tentang karakter bangsa Aceh yang tidak mudah pecah. Hal ini diterjemahkan dari rangkaian kata a yang artinya tidak, dan ceh yang artinya pecah. Jadi, kata aceh bermakna tidak pecah.

13. Di kalangan peneliti sejarah dan antropologi, asal-usul bangsa Acehadalah dari suku Mantir (Mantee, bahasa Aceh) yang hidup di rimba raya Aceh. Suku ini mempunyai ciri-ciri dan postur tubuh yang agak kecil dibandingkan dengan orang Aceh sekarang. Diduga suku Manteu ini mempunyai kaitan dengan suku bangsa Mantera di Malaka, bagian dari bangsa Khmer dari Hindia Belakang.

--Okie 07:57, 7 Mei 2011 (UTC)Syauqie

Ngatain Orang Sesat kok Sesat

Hati-hati dalam menjadikan buku bacaan sebagai referensi tanpa melihat latar belakang si penulis, dikhawatirkan banyak asupan-asupan luar secara perlahan dimasukkan ke dalam alam bawah sadar otak sehingga secara tidak sadar terhipnotis menjadi pengikut tanpa adanya bekal ilmu tauhid yang memadai. Karena apapun yang melenceng dari ajaran dan hukum ilmu Tauhid, adalah sesat.

Guru besar Kaum Liberal Kontemporer : Nasr Hamid Abu Zayd. Dia adalah tokoh-tokoh liberal yang pendapat-pendapatnya sangat ekstrim, sehingga dia divonis murtad oleh Mahkamar Mesir. Dia lalu melarikan diri ke Leiden University. Dari sanalah, ia dengan dukungan negara Barat, mendidik beberapa dosen UIN/IAIN. Beberapa muridnya sudah kembali ke Indonesia dan menduduki posisi-posisi penting di UIN. 

Di Indonesia, para penghujat Al-Qur’an di kampus-kampus UIN/IAIN hampir selalu menjadikan Abu Zayd dan yang lainnya semisal Harun Nasution sebagai rujukan. Menurut Nasr Abu Zayd, Al Qur’an bukan lagi dianggap sebagai wahyu suci dari Allah kepada Muhammad Saw, melainkan produk budaya. Metode tafsir yang digunakan adalah hermeneutika, karena metode tafsir konvensional dianggap sudah tidak sesuai dengan zaman. Juga dikatakan Abu Zayd, “Sebagai budaya, posisi Al Qur’an tidak berbeda dengan rumput.” Ada juga diantaranya yang mengatakan, "Mengikuti Nabi Muhammad, bukan mengikuti agama, melainkan mengikuti Arab." 

Apalagi, Nasr Hamid Abu Zayd pun melecehkan metodelogi Imam Syafi’I, dan menyimpulkan poligami bukan ajaran Islam. Juga dalam hal warisan, hukum 2:1 dinilai belum final. Parahnya lagi yang mengatakan menikah bukan ibadah. Lalu hal lain yang mereka gencarkan? Proyek "Gender" yang terbukti gagal di negara-negara barat kini memasuki peradaban Timur. Dengan mengatasnamakan HAM, mereka berhasil mengadu domba para wanita dan laki-laki dengan bukti meningkatnya angka perceraian misalnya di Aceh, dan pelecehan terhadap wanita (karena wanita ingin disamakan). 

Pada dasarnya istilah "Islam Liberal", "Islam Progressif", "Islam Inklusif", "Islam Sekuler", "Islam Reduksionis", "Islam Akomodatif", dan yang sejenisnya, sebenarnya hanya merujuk pada "Satu Makhluk Yg Sama" yaitu tentang "Islam Yg Tunduk Dan ter-subordinasikan kepada barat". Islam yg Kaaffaah dan tak cocok dengan barat, otomatis disebut sebagai: Fundamentalis yg Radikal dan Terrorist. Anehnya, masih ada org yg mengaku muslim yg dengan rela menerima penisbatan sesat menyesatkan ini. 

Lalu ada dari kita yang mengatakan, tidak ada ajaran yang sesat, melainkan kita yang saling menyesatkan. Ketika arah tujuan kita ke timur, lalu ada dari kelompok kita yang menuju barat, apa lantas kita diam saja? Sebagai makhluk berakal yang peduli, selayaknya kita mengatakan “Teman, kamu salah arah, jika kesana kamu akan tersesat.”  Semua pemikiran-pemikiran yang melenceng di atas didukung oleh Hukum Human Right, tentang kebebasan perfikir dan berpendapat. Dengan kata lain, negara-negara memberikan jaminan kepada siapa saja, "Silahkan Anda sesat, itu hak Anda." 

Wallahu a'lam...

Buanglah Tempat Pada Sampahnya

Aku sering mendengar tentang peringatan jangan buang sampah sembarangan ketika tiba di daerah kepulauan. Dan memang, sampah seharusnya dikelola dengan baik, tidak hanya di pulau, dimanapun hendaknya lebih memperhatikan sampah yang kita buang, aku sering memarahi adikku ketika melihat mereka membauang sampah sembarangan.

Sebelum tiba di pulau, temanku menasehatiku agar tidak sembarang membuang sampah, awalnya aku sangat senang, meskipun belum percaya, segitukah masyarakat di pulau peduli dengan sampah? jadi kenapa mesti se heboh itu para pendatang membicarakan tentang sampah. Tanyaku dalam hati.

Jauh berbeda dengan apa yang kudengar. Seolah aturan “Buanglah sampah pada tempatnya” hanya berlaku bagi pendatang. Sedangkan masyarakat lokal, bebas membuang sampah sesuka hati mereka.  Wow... amazing... luar biasa, biasa diluar...

Aku melihat ternyata warning untuk tidak membuang sampah sembarangan hanya beredar di telinga para pendatang, yang bukan merupakan penduduk setempat. Faktanya, di pulau masih banyak sampah yang berserakan dimana-mana. Drainase yang seharusnya mengalirkan air menjadi sumbat dan penuh dengan beraneka ragam corak plastik dan botol.  Karang laut seolah tercipta dari kaleng-kaleng dan plastik-plastik bekas hasil limbah masyarakat disana.

PENGELOLAAN SAMPAH

Memang telah menjadi sebuah realita ketika para pejabat di pemerintah yang berlomba-lomba menjadi nomor 1 untuk menjadi pemimpin di negara kita hanya untuk mengejar satu tujuan. Proyek. Ini lah perjuangan mati-matian untuk mengumpulkan harta dan kekayaan pribadi dan kelompoknya.

Jadi wajar, jika ada hal-hal yang bersifat kecil, namun memiliki efek yang besar, seperti halnya sampah kurang diperhatikan oleh pemerintah. Penyadaran akan pemanfaatan sampah di level masyarakat masih sangat rendah. Bagaimana menciptakan program-program penyuluhan yang dibuat oleh pemerintah, sedangkan pejabat sendiri masih membuang sampah seenaknya dari mobilnya na mewah ketika melintas di jalan raya.

Wajar, jika kita melihat pejabat yang hobi “nyampah”, toh mereka juga sampah. Tapi tidak wajar, ketika ajakan gotong royong yang pernah digalakkan oleh pemerintah, hanya sebatas rutinitas/ gerakan massa untuk membersihkan selokan dan mengutip sampah-sampah yang berserakan. Seakan-akan pemerintah mengatakan, “buanglah sampah sesukamu, lalu bersihkan ketika gotong royong nanti.” Terlalu... (kata bang Haji Rhoma)

Bayangkan ketika masyarakat telah mengelola tempat pembuangan sampah secara baik, yang didukung oleh adanya dukungan pemerintah yang mengangkut sampah-sampah yang dikumpulkan oleh masyarakat, otomatis, gerakan gotong royong untuk mengutip sampah, sungguh tidak diperlukan lagi.

Terdasar maupun tidak, semua kita memdambakan sebuah area yang bersih dan bebas dari sampah. Sebuah desa yang asri dan enak dipandang mata. Seluruh elemen mendambakan provinsi yang mempunyai tempat pengelolaan sampah yang memadai.

Tanyakan diri masing-masing, kenapa masih merasa berat menggerakkan tangan kita mendekati tempat sampah? Meskipun tempat itu sudah dipenuhi sampah, jika kita tidak menambah, niscaya sampah tidak akan bertambah bukan? Nah, jadi kalau bukan kita yang membuang sampah, siapa lagi? Bukankah tidak akan ada sampah jika kita tidak membuangnya?

Kemudian M. Sampee Edwards dengan ide kreatifnya membuat karikatur Gam Cantoi dengan gambar anjing yang sedang membuang sampah pada sebuah area yang bertuliskan "Yang buang sampah disini adalah binatang"

Selasa, 27 Desember 2011

Islam Merendahkan Wanita???

Seringkali ada yang berpendapat bahwa Islam menempatkan wanita sangat tidak layak, wanita dalam banyak hal dibawah subordinat laki-laki. Keadaan ini laku menyulut beberapa kaum pemerhati feminis untuk melakukan aktifitas guna mensejajarkan wanita dengan pria. Tidak tanggung-tanggung sampai sepak bola, tinju juga tidak luput dari bidikan mereka, demi mengejar yang namanya emansipasi wanita. sebenarnya bagaimana Islam memandang dan mendudukkan wanita dalam kehidupan?  sebelum kita menelusuri lebih jauh, ada baiknya  simak beberap poin di bawah ini.  Dalam hasanah Islam :



1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki, seluruh tubuhnya  

    adalah aurat kecuali telapak tangan dan wajah. 
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi 

    tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya kurang dibanding lelaki  (2 wanita = 1 laki-laki).
4. Wanita menerima pusaka atau warisan kurang dari lelaki. (bagian wanita 1/2 dari lelaki)
5. Wanita harus menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, selama tidak menyuruhnya bermaksiat kepada Allah.

7. Talak (cerai) ada di tangan suami dan bukan isteri. 
8. Wanita kurang beribadah kerana terhalang masalah haid dan nifas yang tidak dialami 
    lelaki.


PERNAHKAH KITA BERFIKIR SEBALIKNYA…?? (rada mikir, perlu dikerutkan kening anda)

Aurat serta perhiasan wanita adalah suatu yang sangat mahal dan berharga…

makanya..

Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak, bukan? Itulah bandingannya antara seorang muslimah dgn perempuan jalanan (perempuan murahan).

Satu:
Wanita perlu taat kepada suami, tetapi lelaki pun wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

Dua:
Wanita menerima pusaka atau warisan kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik peribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya.
Manakala lelaki menerima pusaka atau warisan, ia akan menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anaknya.

Tiga:
Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat, dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini, dan matinya jika saat melahirkan adalah syahid.

Empat:
Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawabkan 4 wanita ini:
Isterinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya. 


Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda ; " dua orang ini tidak akan mencium bau sorga, padahal bau sorga itu dapat tercium dari jarak 500 tahun, mereka adalah lelaki yang tidak bisa mengingatkan istrinya tatkala berbuat maksiat, dan seorang anak lelaki yang tidak bisa menasehati ibunya berbuat maksiat"

Lima:
Seorang wanita pula, tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki ini:
Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara, lelakinya.

Enam:
Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu manapun yang disukainya cukup dengan 4 syarat saja :

Sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat pada suaminya dan menjaga kehormatannya.

Tujuh:
Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat pada suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, ia akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang
fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Punk Aceh (Aneuk Manyak Pungo)

Jika diibaratkan makanan, ada rasa yang aneh di lidah ketika masakan terlalu asin, hambar, atau ada tambahan resep yang membuat masakan menjadi tidak lagi lezat dinikmati. Atau misalkan ada seekor lalat yang mati terlihat di atas hidangan. Begitulah asumsi saya terhadap komunitas PUNK yang hampir berjamur di Aceh. Komunitas PUNK di Aceh (baca: PUNG + O = aneuk manyak pungo) yang identik dengan pengrusakan, ugal-ugalan, jorok, jarang mandi, tanpa aturan, brutal, gemar berkelahi, dan tidak ramah lingkungan ini, telah menjadi hazard (ancaman) bagi tradisi dan Budaya Aceh. Mereka menjadi ancaman penegakan syariat Islam di Aceh setelah beberapa pejabat di Jawakarta yang menolak penetapan Syariat Islam di bumoe Seuramoe Makkah.

Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik. Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Ini dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.
Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut yang diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Berbeda halnya di Aceh, Punk adalah aneuk manyak pungo yang ikut-ikutan dan nggak tahu aturan main. Punk di Aceh tidak sekreatif di negara dimana mereka lahir. Karena pada intinya, punk merupakan sub-budaya, lalu apa jika mengambil sesuatu dengan cara meniru, apakah itu sebuah kreatifitas? Malah jika dilihat, sesuatu yang baru akan menjadi unik di mata dunia jika difasilitasi dan dikemabangkan dengan benar-benar, Rafly yang memadukan nyanyian-nyanyian aceh dengan musik tradisional seurunee kalee dan rapa’i, menjadi sesuatu yang “waaaah” di mata dunia. A-plus juga bagi Tari Saman yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya international.

Lalu kenapa mesti ada lalat di gulee pliek ue? Apakah kita masih mau mencicipinya? Atau kita buang saja dan menggantikan dengan kuah pliek yang lain tanpa menyalahkan si pemasak? Memang jika ditelusuri, kebijakan yang diambil langsung oleh pemerintah Kota Banda Aceh bersama pihak kepolisian sudah tepat. Namun, hal ini tidak peru dibesar-besarkan, sehingga menjadi wabah penyakit yang membuat penyakit baru bermunculan dari kelompok yang ingin mencari ketenaran dan popularitas.

Ayo, pemuda Aceh, kita boleh menikmati budaya luar, tapi bukan mengikuti. Kita sah-sah saja menghargai budaya asing, tapi bukan dengan cara melupakan budaya sendiri yang justru lebih diincar oleh pihak asing. Bisa saja bentuk sebuah aliran Rapa’i, yang kemana-mana bawa rapai, berjenggot ala Tgk. Chik Di Tiro, ber kupiah ala Teuku Umar, gemar nongkrong di mesjid, dengan hobbi menjaga kebersihan, dan lain sebagainya, mungkin akan terangkat nama Aceh di mata dunia dengan adanya aliran pemuda semacam Punk tadi, yang disesuaikan dengan budaya dan kearifan lokal. Mudah-mudahan bermanfaat.

Pengangguran dan Warung Kopi

Percaya atau tidak, fakta mengatakan total pengangguran di Provinsi Aceh hingga saat ini berkisar 180.000 jiwa, dari total penduduk Aceh yang mencapai 4.9 juta jiwa. Sumber Data Statistik Badan Hukum dan Gatal-gatal Negara.Bersamaan dengan itu, zona waktu juga mengalami pergeseran hingga 4 s/d 6 jam. Hal ini dialami masyarakat kalong, dengan membuat malam menjadi waktu yang cocok untuk bekerja.

Ketika dikonfirmasi oleh Wartawan Pungo-posT, via HP BB (Batok Brouk) berhasil menghubungi Kepala Badan Panu dan Kudis Provinsi (KaBaPadanDisProv), Bpk. Ir. Ilham Meutuah Sujono mengatakan, "Itu tidak benar, itu data tidak valid, tidak aktual, maaf saya lagi ambeyen, please dech..." Sambil langsung mematikan HP Batok Brouk-nya.

Tapi hal itu dibantah oleh Ketua Partai Pengamat Warung Kopi, Prof. Dr. Faizin Aku Padamu, yang sembat dikonfirmasi ketika kepergok wartawan kami sedang mengendarai Becak. "Yaa... Hari ini, kita lihat, fenomena yang sangat disayangkan terjadi, kenapa pemerintah sampai saat ini, belum mampu menekan harga cabe", ketika wartawan kami menanyakan apa kaitan antara harga cabe dengan pengangguran, beliau mengatakan "Saya rasa, ketika harga cabe diturunkan, otomatis harga gula akan naik, nah, ini akan membawa efek positif, dan meningkatkan harga kopi, sehingga para pemuda tidak lagi doyan warung kopi" Mendengar jawaban beliau, wartawan kami sampai jatuh tersungkur dari becak, dan terpaksa harus menghabiskan waktu di Rumah Sakit Umum Donald Aminin selama 3 bulan.

Pengangguran memang merupakan hal yang sulit untuk dihindari, setuju atau tidak, merupakan sebuah keberhasilan setiap universitas di negeri dogeng ini dalam mencetak kader-kader pengangguran tiap tahunnya. Berikut data yang diperoleh dari Badan Statistik Bulu Tangkis Ekor Kameng:
Universitas Suaka Mandiri : Jumlah pengangguran yang dicetak tiap tahunnya: 7.876 orang.
Universitas Hidup Abadi : Jumlah pengangguran yang berhasil dicopy: 45.656 orang/ m3
Universitas Guna Cipta : Jumlah pengangguran yang berhasil diprint ukuran A4: 8.934 orang/ tahun.
Institut Aman Indah Nelangsa: Jumlah percetakan pengangguran: 8.098 jiwa/ hektar.

Ini merupakan prestasi yang luar biasa, dimana merupakan tingkatan keberhasilan dibandingkan dengan negara lain yang belum maju. Di Jepang, angka pengangguran sangat kecil, maka wajar jika mereka melakukan study banding ke negeri nan indah ini. Direncanakan akhir Desember ini, Perdana Santri Jepang, Acong bin Aneuk Laot akan berkunjung membahas persiapan study banting yang akan dilakukan.

Dengan adanya kerjasama tersebut, diharapkan pemerintah bersama Badan Panu dan Kudis, serta instansi terkait lainnya guna meningkatkan angka pengangguran di provinsi ini, sehingga menjadi pilot project dalam peningkatan sumber daya pengangguran (SDP) di bumi hutan gundul ini. (mah)


2 Komentar:
CCcccciiiiii Anaaaaakkkkk BhuuuaWeeelllll ChaaYyyyyyaaaannKK KKKamEEEnngGG.
Dah giLa ya Mas? hahahaa....
.about  a secound ago. like. comment
___________________________________________________________________

MMaaaammmy Chaaayankpapi LuupppHHh yyOOuuu PPuuullLLLhhhH,,,
Cehhatz abbhank ??,,, Uuddahhhq mieenumzzzz obbhaaats lummmzzz,,,,
.about 2 minutes ago. like. comment

Mengenang Tsunami

Entah ada apa dibalik intensitasku bermimpi Tsunami, jika dirata-ratakan, aku lebih sering bermimpi Tsunami dibandingkan dengan mimpi-mimpi lain yang mungkin lebih indah. Tsunami indah? Iya, bagiku, di alam mimpi, berbeda dengan realita yang dialami oleh jutaan penduduk Aceh pada khususnya 26 Desember 2004 silam.

Dan lagi-lagi, semalam (23 Desember 2011), aku bermimpi sedang mengunjungi pulau kecil untuk berlibur dan mengisi waktu santai, aku bersama ayahku disana. Setiba disana, aku duduk santai di sebuah cafe di Malaysia (tiba2 aja sampe Malaysia, kiban nyo?) bersama teman-teman. Seketika itu, tanpa ada yang sadar, aku melihat gelombang tinggi yang cepat melaju ke arahku. Awalnya aku tidak percaya, ini mustahil, karena tidak ada tanda2 gempa sebelumnya. Tapi disela2 ketidakpercayaanku, Aku mencoba mencapai tempat yang lebih tinggi. Rumah Aceh. Waktu itu, hanya rumah Adat Aceh yang paling tinggi selain pohon kelapa yang berjejerah jauh dariku. Terdetik bahwa aku tidak akan selamat dari ancaman maut ini. Ntah bagaimana, ayahku tidak lagi berada denganku, tapi aku yakin beliau selamat. Hanya tinggal aku dan beberapa orang disana. Dan aku pun pasrah.

Seketika itu gelombang yang menyapu setiap bangunan di depanku semakin mendekat. Aku mencoba berlari ke atas bukit, tapi langkahku dihentikan ketika aku melihat ada orang yang mencoba berlari dan disapu oleh gelombang raksasa itu. Dan ku simpulkan, aku tidak akan berlari. Nyaris, tak masuk di akal. Ketika aku melihat gelombang di depanku tiba2 menjauhiku, berbelok ke sisi kiri ku yang waktu itu tak lagi dapat berkutik. Alhamdulillah, ujarku.
Dan akhirnya gelombang pertama pun surut, aku beranjak ke sebuah cafe yang tak jauh di sebelah kanan. Kaget, aku melihat beberapa orang sedang dengan santainya menikmati sore sambil bersenda gurau dan menikmati secangkir kopi. Sempat aku berpikir, apa karena ini Malaysia? Apa karena Malaysia negara lebih maju 89 lantai dari pada Indonesia? Tanyaku dalam hati.

Aku pun bergegas melihat ke luar, untuk meyakinkan bahwa tak ada lagi Tsunami. Tapi nyatanya, lagi-lagi aku melihat gelombang yang lebih tinggi dan secepat pesawat masih setia menghampiriku. Aku semakin gugup. Memang di dalam hati aku tidak akan lari, aku akan pasrah, bahwa di sini lah ajalku. Aku melihat ada beberapa orang yang mencoba untuk lari, namun mereka terbunuh oleh mesin gelombang itu. Usaha yang sia-sia, pikirku lagi.

Dan akhirnya, aku pun tersapu ombak, terbawa ke sebuah pulau yang tadinya jauh, sekarang terhubung oleh Tsunami. Di pulau itu, aku masih saja melihat Tsunami yang terus datang menghajar. Karena ada pohon kelapa di depanku, akhirnya aku pun menaiki kelapa tersebut. Dan Akhirnya, aku selamat di atas sana. Bagiku ini bukan mimpi buruk, melainkan mimpi yang memberikan tantangan dan memicu andrenalin, wah, parah...

TSUNAMI PART  XVII

Sebelumnya, aku juga pernah bermimpi, ketika aku lagi duduk di meunasah yang memiliki anak kaki (mirip rumah Aceh) di dekat sebuah pasar yang ramai. Aku baru saja selesai shalat. Tiba-tiba datang seorang ibu menitipkan 2 orang anak kembarnya kepadaku, karena hendak berbelanja di pasar.  Akhirnya aku pun meng-iya-kan, menjaga anak yang usil2 dan lasak2 itu. Sambil membaca Alquran, aku pegang pergelangan anak itu yang mencoba ari kesana kesini.

Jelang beberapa menit, aku merasakan gempa yang sangat dahsyat, membuat kaki meunasah (mushalla-tempat shalat- red) itu patah. Miring. Hingga membuat posisi aku dan ke 2 anak itu terseret ke satu sisi ruangan. Parahnya lagi, meunasah itu terbawa hingga ke tepi pantai, oleh karena saking dahsyatnya gempa itu. Tangan kiri dan kananku masih menggenggam erat ke-dua anak tadi yang dititip ibunnya kepadaku. Anak itu menangis keras dan melihat ke arahku sambil ketakutan.

Gempa akhirnya berhenti. Aku melihat air laut semakin surut jauh. Aku meyakini bakal ada tsunami, dan firasatku benar. Seketika itu aku melihat gelombang tinggi sedang bersiap2 untuk menyapu alam. Hitam. Berkabut. Tinggi. Mengerikan. Aku memutuskan diri untuk lari. Mendaki bukit yang lebih tinggi. Mencari titik aman dari gelombang besar itu. Sambil tanganku menarik kedua anak yang tidak ku kenal itu seperti adikku sendiri. Mereka menangis dahsyat. Masih saja melihat ke arahku. Aku sedah berada di puncak bukit. Ketika Tsunami datang, ia tidak sampai menyapuku bersama bangunan2 lain yang hancur luluh.

Baru saja aku mengatakan Alhamdulillah, aku melihat ada gelombang yang lebih besar dan lebih cepat melaju ke arahku. Subhanallah, aku dan ke dua anak ini tak akan selamat. Aku mencoba melihat ke tempat yang lebih tinggi lagi. Tapi percuma, tempat itu terlalu jauh. Dan lagi-lagi di mimpi ini, aku pasrah. Bak film mengejar matahari, kami berdiri bersampingan, Si anak kembar yang satu ku pengang dengan tangan kananku, dan yang satunya lagi ku pegang erat dengan tangan kiriku. Mereka berdiri mematung. Disini akhir ajalku. Ketika gelombang hampir berada tepat di atasku, dan aku pun menutup mata. Ya Allah, ampuni dosa-dosaku...  Ini saatnya aku mati. Mati oleh makhlukmu yang perkasa. Mati oleh Air.

“dbdbrbrbrbrbrbrrbrrrrrrrrrrrrr..........” terdengar ganasnya Tsunami itu. Setelah beberapa saat, aku tidak merasakan setetes airpun yang membasahaiku, harusnya aku telah hanyut dan berbenturan dengan bangunan dan pepohonan yang hancur tak berdaya. Ku buka mataku. Seolah aku melihat ada keajaiaban yang ku alami. Gelombang tsunami menjauh berbelok ke kanan dan kekiri, seolah tidak ingin mendekati 2 anak yang tidak berdosa itu. Aku tertolong karena mereka. Dan aku terheran ketika melihat ke arah mereka. Mereka malah menghadiahiku senyuman. Senyuman yang lugu. Senyuman khas anak-anak. Senyuman yang menyejukkan. Senyuman malaikat-malaikat kecil... Subhanallah...

MENGENANG TSUNAMI.

Mengingat peristiwa yang pernah terjadi 7 tahun silam, tentu saja bukan alasan untuk ditangisi. Meski ada luka yang tertanam ketika melihat saudara, sahabat, teman, yang tenggelam bersama gelombang raksasa si- Tsunami. Kejadian yang maha dahsyat yang pernah kita alami/ kita lihat semasa hidup. Kejadian yang memilukan yang menyayat hati. Kejadian yang mengajari kita arti berbagi. Kejadian yang membuat kita tersadar bahwa kehidupan bukanlah tujuan akhir kita. Kejadian yang membuat kita seharusnya lebih peduli sesama. Tidak saling menjatuhkan, dan berpegang erat pada kaidah2 agama. Kejadian yang mengajari kita agar yakin, bahwa kita adalah makhluk yang lemah di atas yang Maha Tinggi, yang mampu berbuat apapun.

Dan tentu, peristiwa ini akan selalu kami kenang hingga anak cucu. Kami akan selalu mengirimkan doa kepada teman-teman, dan saudara2 yang lebih awal meninggalkan kami. Blay (Fadhillah), temanku yang juga pergi bersama gelombang besar itu, aku akan selalu mendoakanmu. Terimakasih telah hadir di dalam mimpiku. Meskipun aku tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya surah Yasin dan doa yang dapat aku titipkan. Semoga kau ditempatkan di tempat yang selayak-layaknya. Blay, kapan kau ajak aku bermain dengan mobil barumu. Blay, aku yakin, aku akan menyusulmu suatu saat nanti. Menyusul teman-teman ku yang juga hilang waktu itu, Selamat jalan Fadhillah, Muhammad Zahaf, Cut Dhora Surrahmi, Badroel Tamam, Dek Do, dkk, selamat jalan Saudara-saudaraku...

Selasa, 29 November 2011

Kepanikan Moral Pemuda

Saya sering mendapatkan SMS yang bertuliskan perintah untuk memforward SMS kepada 10 teman lain. Isi SMS variatif. Ada yang berisi masalah agama, ada pula informasi yang masih belum jelas kebenarannya. Disini saya tidak membahas masalah isi dari pesan yang disebarkan, melainkan efek negatif yang akan dihasilkan penyebaran SMS tersebut.

Menurut analisa saya, ada unsur kepanikan di kalangan pemuda, dan hal ini jika ditelusuri disebabkan oleh kurangnya ilmu si penyampai SMS tersebut. Sebagai contoh, SMS yang pernah heboh di tahun 2009, SMS bertema "SINAR ULTRA MERAH" yang disebarkan oleh Handphone dan dapat MEMBUNUH siapapun yang menerima SMS ini. Saya mendapatkan puluhan SMS senada. Bahkan ada yang menelpon saya, meminta untuk mematikan HP keesokan harinya. Dan yang paling bodoh, ada guru di sekolah SD menyuruh anak didiknya juga mematikan HP.

Disana otak saya mulai bermain, ketika teman saya menelpon saya. Saya termasuk cuek dengan hal tersebut. Tapi teman saya itu, terus saja berusaha meyakinkan saya. Dan saya katakan "Logika nya begini... Masa bisa sih HP menyebarkan signal yang membunuh? Kalo memang itu terjadi, ya nggak usah repot2, laporin aja providernya... Lagian, kalo memang tekhnologi itu ada, kenapa Amerika nggak nyerang IRAK pake sinar itu aja? Kenapa mesti perang yang ngabisin dana triliunan?" Mendengar itu, nggak membuahkan hasil di otak temen saya. Beliau masih saja percaya bahwa SINAR itu MEMBUNUH... Yasudahlah, pikirku.

Menjelang beberapa menit, adik saya pulang dari sekolah, dan menceritakan pesan gurunya, "BESOK, MATIKAN HP" Akhirnya saya pun turun tangan menjelaskan ke adik dengan panjang lebar hingga dia mengerti.Lantas adik saya yang masih belum sekolah, dengan keluguannya ia berujar "Masa baca sms orang bisa mati? bweeeek (Sambil memperagakan gaya orang mati), Bodoh... cukop emboooong... Ek manok ciret..."
Note:
Cukop embong = Bualan saja
Ek manok ciret = Tahi ayam diare. :p

Hal lain tentang SMS tersebut berisikan informasi bahwa Badan meteorolagi mendengar suara aungan di takengon, dan dinyatakan itu suara Dajjal. Jika tidak menyebarkan SMS ini, maka akan menderita/ sial 7 turunan/ mendapat murka/ mendapat bencana, nasib buruk, rugi, dll... Gubraaaaaaaaakkk !!! Bayangkan jika sms ini sampe jatuh ke tangan orang yang tidak mampu dan kurang ilmunya, apa nggak bakal nyolong ayam tu orang buat beli pulsa? Lalu isi SMS lainnya juga senada dengan yang di atas. Intinya penyebaran ketakukan dan kepanikan kepada orang lain. Bukankah itu kejahatan dan kebodohan? Parah... Mungkin kalo SMS yang berisi "SAMPAIKAN PESAN INI KEPADA 10 ORANG YANG ANDA SAYANGI, MAKA ANDA AKAN GOBLOK SEKALIAN, JIKA TIDAK ANDA AKAN GOBLOK SENDIRI," HAHAHA...

Ntah kenapa dengan pemuda sekarang, susah menerima yang benar dan cepat menerima yang salah, tanpa adanyausaha untuk mencari kebenarannya terlebih dahulu. Pemuda masa kini banyak yang pasif, banyak yang cuma memikirkan diri sendiri. Rendahnya kepedulian sosial. Apa ini dampak dari perkembangan tehnologi? Atau perubahan zaman yang matrealistik?

Wahai sahabat2ku, pemuda ! Ayo bangun... Ayo aktifkan dirimu yang sudah expired... Jangan pernah berhenti menuntut ilmu. Mari saling memahami... Ayo ubah pola pikir, karena kita adalah penerus bangsa !!!


B I S M I L L A A H I R R A H M A A N I R R A H I I M . . . MARI B E R S A M A B E R B A G I R A N G K A I A N C E R I T A, G O R E S A N K I S A H, K E K U A T A N A Q I D A H, DAN K E T A J A M A N P E N G E T A H U A N . . . . . "KUTITIPKAN SENYUMKU, DI SEJUTA MANIS SENYUMNYA...

Suka

Share to Facebook >>